20 Januari 2010
Awalnya aq bingung, siapa orang yang pagi2 buta begini membangunkan orang tidur. Karena ketukannya tidak juga berhenti, akhirnya aq membuka pintu kamar. Dan aq kaget setengah mati karena yang ada di depanku adalah laki2 penjemput motel, yang membuat aq kaget bukan karena orangnya, tapi wajahnya mengingatkan aq kalau aq ada penerbangan pagi hari ini. Dan aq lihat jam tanganq, ternyata jadwalq telah terlambat 15 menit. Akhirnya aq membangunkan Diera dan langsung menyuruh dia bersiap2, tanpa shalat Subuh terlebih dahulu (semoga Allah memaafkan aq, karena waktu sangat mepet. Toh aq msh sempat shalat di pesawat). Akhirnya aq dan Diera telah siap, kami menunggu di lobi motel.tapi orang laki2 itu tidak ada, yang ada hanya seorang wanita paruh baya yang telah siap menunggu diantar ke bandara. Orang laki2 yang membangunkan kami tadi ternyata sedang mengantar tamu motel yang lain menuju bandara, 5 menit kemudian laki2 itu datang dengan mobil sedan mitsubishinya. Kami dan wanita itupun diantar hingga ke pintu masuk Chengdu Shangliu Int’l Airport. Jujur, aq sangat terkesan dengan semangat, kejujuran, kebaikan dan kemurah hatian laki2 ini, sempat terpikir untuk member dia tip 10 Yuan, tapi aq pikir2 uangq sedikt jadi yang bisa aq lakukan hanya bersalaman dengan dia dan berkata “xie xie” (terima kasih).
Setelah masuk bandarakami secepatnya chen in, karena kami agak terlambat kami sangat terburu2 untuk melakukan chek in. setelah bertanya pada meja informasi, kami disuruh antri dari pintu 36-47. Yang ternyata semuanya sedang antri panjang. Tidak berapa lama, kamipun chek in dan lega rasanya sudah masuk lounge bandara.
***
Pukul 7.20, petugas Bandara berkata dalam bahasa China yg artinya kurang lebih bahwa pesawat yang akan membawa kami telah siap dan dimohon untuk bersiap2 di gate masuk. Kamipun menuju ke gate 8, pintu masuk pesawat kami.
Pesawat ini milik maskapai Shicuan Airlines (SCAL), aq melihat pesawat ini cukup bagus untuk ukuran maskapai di provinsi miskin. Menggunakan pesawat Airbus A320-300. Cukup nyaman untuk perjalanan jauh. Perjalanan ini akan menempuh perjalanan 2 jam untuk smpai d Beijing. Di dalam pesawat, tidak ada pramugari yang memperagakan petunjuk keselamatan atau apapun yang biasa kita temui d Indonesia, karena petunjuk keselamatan dilakukan dengan menggunakan LCD. Lumayan canggih dan nyaman juga pesawat ini. Waktu terbang ada pramugari yang membagikan Koran, beberapa saat kemudian pramugari membawa selimut dan menawarkan kepada penumpang yang kedinginan, tidak lama kemudian pramugari datang menawarkan minuman, semua lengkap, dari air putih, the, kopi, cola dan sebagainya. Aq hanya memesan air putih, karena takut bayarnya mahal kalau pesan minuman yg aneh2, hehe. Bersamaan dengan itu, ada pramugari yg datang membawa breakfast lengkap dengan makanan pencuci mulutnya. Awalnya ragu, apakah makanan ini gratis atau bayar, karena di Indonesia Cuma maskapai kelas premium yang menikmati hal semacam ini. Tapi akhirnya aq terima juga walaupun sedikit ragu. Tidak lama kemudian ada lagi pramugari yang membagikan kue, lalu datang lagi yang menawari tambahan minuman. Jujur, setelah menerima semua itu, aq meng-estimasi kira2 habis berapa untuk pelayanan yang aq terima ini, aq takut akan menguras Yuan yang aq bawa. Akhirnya aq tahu bahwa semua pelayanan tadi adalah gratis ketika akan turun dari pesawat, karena tidak ada orang yang menagih kami, hehe. Pantas saja, perjalanan 2 jam ini tidak terasa karena pelayanan maskapai yang betul2 bagus. Berbeda dengan maskapai pesawat di Indonesia. Jujur, karena sudah merasakan enaknya dan nyamannya terbang dengan maskapai luar negeri, aq jadi ngeri kalau naik pesawat Indonesia yang notabene dari negaraq sendiri. Sebagian besar, menggunakan pesawat tua, pelayanan tidak bagus bahkan terkesan asal2an. tidak ada makanan, tidak ada kue atau hidangan kecil2 dan lama perjalanan serasa lama walaupun terbang hanya 1 jam 10 menit (Surabaya-Jakarta).
***
WELCOME TO BEIJING….
Akhirnya pesawat sampai di Beijing International Airport, sangat besar dan sangat bagus bentuk bangunannya. Luar biasa arsitektur bandara ini. Setelah melalui proses kedatangan pada umumnya, kami langsung mencari tempat mengambil bagasi. Setelah mendapat bagasi kami mulai menuju pintu keluar. Setelah itu tampak ada meja Tourist Information, aq bertanya kemungkinan perjalanan ke Tianjin. Dia menyarankan untuk naik bis dari bandara yang langsung berhenti di Tianjin dengan harga 70 Yuan per orang. Aq bertanya lagi, bagaimana kalau naik fast train, dia bilang kereta itu ada di pusat kota, dan aq harus menuju ke pusat kota terlebih dahulu. Karena tidak tahu arah dan takut tersesat, akhirnya kami memilih bis kota ini dan membayar sebesar 70 Yuan (sekitar Rp 105.000).
Tepat sesuai jadwal pukul 10.30 bis berangkat. Tidak terlambat 1 menitpun walaupun penumpang belum penuh. Ketepatan waktu sangat diperhatikan disini. Bis masih belum beranjak keluar dari terminal. Bis masih akan menjemput penumpang lagi di bandara 2. Posisi kedatangan pesawat kami adalah bandara 3. Setelah berhenti beberapa saat, bis sudah siap berangkat lagi dan mulai keluar dari wilayah Beijing Int’l Airport. Ternyata bendara ini sangat besar, dibedakan menjadi 3 terminal yang kesemuanya jaraknya cukup jauh. Dari terminal 3 ke terminal 2 jaraknya sekitar 2 Km. Untuk parkir kendaraan berada diluar kawasan bandara. Sekitar 200 meter dari terminal 2. Jadi bisa dibayangkan berapa luas total dari bandara ini.
***
Bis mulai membelah kota Beijing, tapi kami tidak dapat menikmati indahnya kota karena bis melakukan perjalanan lewat tol secara terus-menerus hingga sampai kota Tianjin. Yang dapat kami lihat hanya jalan, kendaraan roda 4 atau lebih dan salju yang ada di mana-mana. Sehingga membuat perjalanan 120 Km ini terasa sangat membosankan,
WELCOME TO TIANJIN….
Pukul 13.15 kami sampai di Terminal Bus. Tepatnya di Nankai District. Dekat dengan Nankai University, salah satu universitas terbaik di China. Dan tidak disangka ternyata kami telah ditunggu oleh Seven dan temannya. Aq tidak mengenalinya, tapi dia yang duluan memanggil kami. Akhirnya aq pun bertanya, kamu Seven? Dia menjawab ya aq Seven. Dan kami pun mengobrol banyak sambil jalan menuju restoran sesuai usul Seven, dan karena perut kami sangat lapar setelah perjalanan jauh ini kami tidak menolak. Setelah masuk restoran, kami melihat menu dan menunjuk nasi goreng seharga 8 Yuan dan air mineral. Mungkin Seven salah tangkap mengira tentang pesanan kami, sehingga kami kaget mendapat mie goreng dan coca cola. Tapi tidak apa2, semua sudah terjadi. Yang penting dihajar saja makanan di depanq. Rasa mienya enak (mungkin ada campuran minyak babinya, aq gak tahu. Semoga Allah memaafkan aq, karena disini semua hal mengandung babi). Sewaktu makan kami membicarakan banyak hal, mulai dari kuliah, cerita hidup, keadaan di Indonesia hingga cita2 pun ditanyakan. Ternyata Seven dan temannya tidak seberapa paham juga tentang bahasa Inggris. Aneh memang padahal dia adalah seorang mahasiswa farmasi. Namun, itulah kenyataannya, orang China bangga dengan bahasanya sendiri dan tidak terlalu ditekankan untuk belajar bahasa dari Negara lain.
Selesai makan kami mencari2 penginapan untuk kami mala mini, karena home stay bisa ditempati esok hari,sang pemilik rumah masih ada ujian akhir. Dan kami pun setuju untuk mencari penginapan untuk 1 malam ini, walaupun sebenarnya hati kami gundah karena uang kami akan terkuras cukup dalam kalau kami menginap di penginapan lagi. Kami berempat, aq, Diera, seven dan Liliana berjalan kira2 200 meter sampai ke dekat penginapan terdekat. Liliana lalu masuk kedalam hotel dan menanyakan harga hotel, sementara kami menunggu diluar. Tidak berapa lama Liliana keluar dan ternyata harga hotel terlalu mahal yaitu 150 Yuan. Akhirnya Seven menelepon pusat informasi China untuk mendapatkan harga hotel paling murah. Oya, di China ada smacam layanan informasi, semua hal dapat ditanyakan. Mulai dari informasi sekolah, hotel, restoran, pesawat dan semua hal2 yg berhubungan dengan publik. Setelah beberapa saat Seven berbicara dengan operator dia menyarankan kami untuk memilih 2 pilihan hotel. Yang pertama adalah hotel dikawasan Nankai University yang 1 kamar dihuni 4 orang dengan harga 25 Yuan per orang, lalu yang satunya berada di kawasan Nankai University juga namun 1 kamar untuk 2 orang dengan harga 80 Yuan per kamar. Akhirnya kami memilih pilihan pertama, 25 Yuan per orang karena pertimbangan uang kami yang sedikit. Kemudian Seven menyarankan kami untuk berjalan lagi 100 meter untuk mencegat bis kota. Jujur, bawaan kami sangat berat, aq membawa 15 Kg dalam koper dan 7 Kg tas ransel, sedangkan Diera lebih parah lagi 20 Kg dalam koper dan 7 Kg dalam ranselnya. Barang2 ini membuat kanmi kesulitan membawanya, apalagi tenaga kami banyak terkuras didalamnya. Akhirnya Seven memilih taxi, karena mungkin kasihan dengan kami. Dia mencegat taxi dan kami memasukkan koper2 kami dalam bagasi. Jujur, taxi ini sangat jelek, berbeda dengan taxi2 lainnya di Tianjin. Taxi di China memang tidak sebagus taxi2 di Indonesia, tapi untuk mobil pribadi di China mayoritas lebih bagus dan lebih mewah. Kita dapat dengan mudah menjumpai mobil merk BUICK, VW, AUDI, CADILLAC dsb. Tapi mobil2 merk local China masih mendominasi. Setelah itu taxi berjalan kira2 15 menit dan ketika turun Seven membayar 10.7 Yuan. Kemudian dia menyuruh kami berjalan sepaanjang 1 Km untuk menuju ke hotel yang kami pilih. Kira2 20 menit kami berjalan dengan membawa bawaan yang sangat berat disertai udara dingin mencekam, kami sampai di lobi hotel. Dan ketika bertanya tentang harga, resepsionis hotel hanya menyediakan standart room untuk orang dari Negara lain dengan harga 160 Yuan. So, kami langsung menuju ke pilihan yang kedua, yaitu 80 Yuan. Akhirnya kami memutuskan berjalan lagi sejauh kira2 800 meter. Kami sampai di tempat penginapan dan Liliana kemudian menemui pemilik penginapan bersama kami sedangkan Seven menunggu barang bawaan kami dibawah. Setelah sampai di ruangan pemilik penginapan, terjadilah percakapan panjang yang tidak kami mengerti. Setelah mereka selesai berbicara, akhirnya sang pemilik menyuruh anaknya untuk membersihkan kamar yang akan kami tempati. Setelah itu sang pemilik memberikan kami kunci kamar, dan kami membayar 80 Yuan sesuai kesepakatan dan menaruh jaminan 10 Yuan. Setelah itu kami berjalan lagi untuk mencari kamar kami sekitar 100 meter. Akhirnya sampailah kami di kamar kami. Lumayan besar, ada dapur (tapi tidak berfungsi), ada kamar mandi dengan pemanas air (tapi kadang2 airnya dingin), ada 2 tempat tidur, ada TV dan tiap ruangan ada heater-nya. Lumayan untuk sebuah kamar. Jam 00.45 kami tertidur, karena sebelumnya kami terlalu asyik bermain laptop.
Sabtu, 13 Februari 2010
Menuju Chengdu City
Sewaktu menunggu boarding di terminal bandara gate T18, kami melihat banyak pesawat, berharap kami mendapat pesawat yang bagus karena kalau pesawat kecil kami takut tidak kuat menempuh perjalanan jauh ini. Setelah menunggu beberapa lama, pintu belum juga dibuka, padahal di dalam gate T18 para penumpang yang 95% orang China sudah ramai gak karu-karuan. Hingga membuat aq seperti orang bodoh karena gak paham apa yg diomongkan.
Setelah menunggu beberapa saat, tepat pukul 8:40 pintu gate T18 dibuka, dan kami bersama seluruh penumpang dipersilahkan menuju pesawat. Dan hal pertama yang membuat saya takjub adalah bahwa kami akan menaiki Jumbo Jet buatan Airbus. Luar biasa ternyata, mimpiku selama ini untuk naik Jumbo Jet keturutan juga,hehe. Ketika memasuki pesawat, aq bener2 takjub, di tiap bangku ada layar LCD 10 inchi yang menggunakan touch screen. Aq bener2 heran, bagaimana caranya AirAsia membiayai penerbangan ini padahal aq dan Diera membeli tiketnya hanya dengan harga MYR 408. Sungguh harga yang sangat tidak pantas dibanding dengan fasilitas yang kami dapat.
***
Perjalanan pertama kalinya aq menaiki Jumbo Jet pun dimuali, sang pilot berkata bahwa perjalanan pesawat ini akan memakan waktu selama 3:45 jam. Tepat jam 9.00 kami take off. Rasanya menaiki Jumbo Jet dengan pesawat biasa sungguh sangat berbeda, hampir tidak terasa kalau pesawat sudah terbang. Tidak ada goncangan, tidak ada suara gemuruh yang keras dan tidak ada perasaan jantung yang dikocok2 seperti pada pesawat2 kecil umumnya ketika take off. Semua terasa begitu elegan ketika burung besi jumbo ini membelah angkasa. Waktu melewati awanpun burung besi ini tidak bergetar sedikitpun.
Di dalam pesawat aq duduk bertiga. Dipojok ada Nick, orang China yang tinggal lama di Melbourne-Australia, kemudian aq dan Diera. Nick orangnya sangat baik, kami banyak mengobrol dengan dia selama di perjalanan. Dia orangnya supel dan suka tersenyum. Aq banyak bertanya banyak hal kepada Nick, mulai dari bertanya ttg Railway Station di Chengdu, tentang Bali, tentang China hingga masalah2 gak penting yang keluar dari mulut kami begitu saja. Lumayan, sebagai pemanis bibir karena aq juga gak tahu mw ngobrol apalagi sama Nick, hehe.
Di dalam pesawat aq dan Diera memesan makanan. Karena waktu malam kemarin kami memang belum makan, pagi tadi belum sarapan, dan dari kemarin pagi belum ada nasi secuil-pun yang masuk ke perut kami. Semuanya serba roti, kentang, salad, ayam, mie dsb, padahal aq dan Diera sangat rindu dengan nasi. Mungkin saat ini nasi dianggap bukan termasuk makanan internasional, padahal masih banyak rakyat di dunia ini yang doyan dengan nasi. Cuma orang2 Barat saja yang tidak biasa makan nasi. Orang Asia memang aneh, agar disebut Internasional, semua dari Barat diambil, padahal belum tentu itu baik buat dirinya. Kembali ke cerita, kami berharap ada nasi di pesawat. Karena memang ada menu asian fried rice d daftar menu pesawat. Dan kami sangat berharap itu bukan sekedar promosi iklan.
Setelah pramugari yang semuanya berdarah China mendatangi kursi kami, alangkah naasnya nasib kami, karena sekali lagi nasi tidak ada di dalam pesawat, dan menu yang ada tinggal chicken BBQ, padahal opsi kedua kami setelah asian fried rice adalah noodle meatballs (mungkin semacam bakso kalo di Indonesia, hehe). Aq tidak tahu, chicken BBQ itu apa, tapi Diera sudah pesan dahulu chicken BBQ ini, seakan-akan sudah tahu. Akhirnya daripada terus2an lapar dan malu sama pramugarinya kalau gak jadi dan dianggap gak punya uang, aq ambil saja makanan aneh itu. Ukurannya kotaknya kecil, seukuran kotak makan bayi, di dalamnya berisi campusan kedelai, jagung, irisan wortel dll yang diberi bumbu warna coklat. Ada juga irisan kentang 4 buah dan potongan ayam 2 buah. Aneh juga awalnya memakan makanan ini. Apalagi harganya yang luar biasa, sekitar Rp 98.000 untuk 2 porsi chicken BBQ ditambah air botol kecil (yang kalo di Indonesia harganya Cuma Rp. 1000). Bisnis yang menguntungkan memang jual makanan di pesawwat terbang, hehe.
***
Pesawat telah menempuh 3.30 jam perjalanan, dan pilot mengatakan bahwa pesawat akan segera mendarat d Chengdu International Airport dalam 20 menit lagi dan semua penumpang disuruh kembali dan memasang sabuk pengaman. 10 menit kemudian pesawat mulai turun perlahan-lahan, ketika sudah turun jauh ternyata pesawat naik kembali tanpa sebab yang pasti. Jujur, aq mulai panik, aq merasa telah terjadi sesuatu dengan pesawat ini. Tidak lama kemudian dugaanq terbukti sewaktu pilot berkata bahwa cuaca sangat buruk, jarak pandang hanya 50-100 meter, sehingga sang pilot memutuskan untuk menunggu saat dan kondisi yang tepat untuk melakukan pendaratan.
Aq melihat keluar jendela, pilot memang tidak salah, kare sejauh mataq memandang yang ada hanya kabut tebal berwarna putih menyelimuti. Yang dapat aq lihat hanyalah sayap pesawat. Selain itu tidak ada yang bisa terlihat. Yang bisa aq lakukan hanya berdoa dan memohon keselamatan dari Allah.
Pesawat masih terus berputar2, mungkin ada 30 menitan. Baru kemudian pilot berkata lagi bahwa pesawat akan segera mendarat. Tidak lama setelah itu pesawat ,mulai turun perlahan2. Aq masih melihat di jendela, ingin tahu bagaimana keadaanya. Tapi yang aq lihat hanya kabut tebal menyelimuti. Tidak lama kemudian bandara mulai terlihat samar, padahal jaraknya sangat dekat. Dan alhamduliilah beberapa saat kemudian pesawat mendarat dengan mulus walaupun jarak pandang sangat terganggu.
***
WELCOME TO CHENGDU….
Akhirnya, inilah pertama kalinya aq menjejakkan kaki di negeri China. Negeri yang disebut oleh nebi Muhammad di dalam salah satu hadits-nya, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”. Ketika masuk ke bandara, seperti biasa, proses imigrasi dsb. Tpi pemerintah China tidak ribet mengurusi masalah ini, hanya di stempel dan aq sudah boleh masuk ke terminal bandara. Bandara ini sangat besar, dengan arsitektur yang unik. Dan anehnya, banyak orang disini ternyata tidak bisa berbahasa Inggris. Aneh memang, China yg terkenal karena cepatnya pertumbuhan ekonominya ternyata sebagian besar masyarakatnya tidak bisa berbahasa Inggris. Aneh memang, tapi itulah yang terjadi.
***
Ketika sudah keluar dari bandara, kami seperti orang2 desa tolol yang baru datang dari desa yang amat terpencil. Mungkin karena melihat kebodohan kami, ada seorang wanita berumur 30an tahun yang dandanannya sangat necis. Dia bertanya menggunakan bahasa China, tapi aq tdk paham apa yg dia katakan. Akhirnya aq bertanya balik menggunakan bahasa Inggris, tenyata dia tidak bisa juga. Akhirnya kami berbicara menggunakan bahasa tarsan, bahasa yang sangat popular digunakan pada jaman batu dulu. Dimana bahasa ini hanya menggunakan simbol2 barang atau dengan bentuk tubuh. Lucu memang tapi itulah kenyataannya. Kami merasa seperti terdampar di tempat terpencil, yang tidak ada satu orangpun yang paham apa yang kami bicarakan. Dengan sabar kami menjelaskan dengan bahasa tarsan kepada wanita tersebut, akhirnya wanita itu sedikit mengerti apa yang kami bicarakan. Dan dia langsung mengajak kami ke tempat pembelian tiket. Akhirnya dia menanyakan kemana tujuan kami, kami bilang ke Tianjin. Lalu keluarlah harga 1520 Yuan. Aq berkata mahal sekali harganya. Lalu dia mencarikan lagi harga yang lebih murah, lalu ketemu harga 960 Yuan. Masih mahal menurutq untuk penerbangan 2.5 jam. Akhirnya aq bertanya berapa harga ke Beijing ke wanita tadi, wanita tadi langsung bilang ke penjual tiket dan penjual itu mencarinya. Sewaktu penjual tiket mencari, aq berkata kepada wanita tadi kalau minta tolong untuk mencarikan tiket ke Tianjin saja, yang paling murah. Lalu keluarlah harga 530 Yuan. Awalnya kami berpikir itu adalah harga untuk ke Tianjin. Setelah kami setuju dan tiket di cetak, kami kaget karena kode bandara tertulis PEK yang artinya menuju Beijing, padahal seharusnya TSN yg artinya Tianjin. Ketika melihat tiket itu aq sangat bingung. Antara membeli atau tidak. Akhirnya aq dan Diera berunding dan kami setuju untuk membeli tiket tersebut. Tapi masalah baru muncul, karena tiket itu adalah tiket untuk besok (tanggal 21 Januari 2010) dan kami berpikir dimana kami akan tinggal. Terbersit keinginan kami untuk mengulang kedua kalinya tidur di bandara. Seperti ketika kami menghabiskan malam di Kuala Lumpur Internasional Airport pada kemarin malam. Tapi wanita tersebut memaksa kami untuk ikut dengannya menuju motel. Aq bilang ke dia bahwa kami adalah mahasiswa, kami tidak punya uang. Dia tetap memaksa, mungkin karena tidak paham apa yang kami bicarakan. Lalu dia memanggil temannya, seorang laki2 besar, putih dan tidak bisa berbahasa Inggris juga. Mungkin wanita tersebut berkata kepada laki2 itu: “aq tidak sanggup mengatasi kedua bocah ini, tolong atasi mereka”. Akhirnya laki2 besar itu mengajakq ke meja informasi, di meja informasi ada beberapa perempuan yang bisa berbahasa Inggris. Kami pun menceritakan kisah kami dari awal kami keluar bandara hingga dipaksa oleh orang2 ini untuk memakai jasanya. Jujur, dalam keadaan seperti ini kami benar2 takut, hanya pertolongan Allah yang dapat menyelamatkan kami, dan kami mengharap pertolongan dari-Nya. Akhirnya wanita di meja informasi berkata bahwa orang ini adalah seorang makelar motel, dia mau membawa Anda untuk menuju motelnya sambil menunggu penerbangan esok hari. Setelah itu aq bertanya berapa harga motelnya, dia menjawab 150 Yuan/malam. Aq bilang kami adalah mahasiswa, kami tidak punya uang, dan laki2 itu akhirnya member kami harga 80 Yuan/malam. Kami pikir ini harga yang bagus karena kalau di rupiahkan menjadi sekitar Rp 112.000;. akhirnya kami pun menuju mobil laki2 tersebut, kami diantar ke motel miliknya. Motel ini tidak jauh dari bandara, mungkin sekitar 5-10 menit. Ketika mobil berjalan, kami baru tahu bahwa pengendara mobil di sini ngawur2. Belok seenaknya dan melaju dengan kecepatan sangat tinggi pula, biarpun ketika belok.
Motel ini dari luar terlihat sangat kecil, mungkin sekitar 5x8 meter. Tapi ternyata di lantai 2 motel ini menjadi sangat luas dan panjang. Untuk lantai 2 memuat sekitar 10 kamar seukuran 4x6 meter. Dan kami mendapat kamar dipojok. Mungkin ini kamar paling murah. Tapi waktu aq melihat kamar sebelah, tidak tampak perbedaannya. Mungkin karena laki2 tadi kasihan, dia memberi kami harga special buat mahasiswa, hehe.
***
Chengdu adalah ibukota dari propinsi Shicuan. Propinsi ini termasuk propinsi miskin di China. Namun ketika tiba di bandara Chengdu Shangliu International Airport, sangat tidak tampak kalau bandara ini berada di kota yang miskin. Maka tidak heran, disekitar motel banyak sekali kawasan2 yang kumuh. Banyak orang berjualan daging babi disekitar sini, banyak orang bermain mahyong (jenis judi yang popular di China), ada beberapa tempat bermain bilyard yang ramai, dan sebagainya. Yang membikin aq tidak tahan adalah bau daging babi yang diasapi, rasanya mau muntah kalau ada bau seperti ini. Dan bau semacam ini ternyata sudah biasa di sini.
Malam harinya, kami tidak ada rencana keluar motel, karena cuaca diluar sangat dingin. Saat kami sampai di motel pada siang hari cuaca terasa dingin, sekitar 10°C. malam harinya aq merasa cuaca lebih rendah daripada siang hari, jadi kami memutuskan tidak keluar motel. Kami ingin menghangatkan diri di bawah selimut tebal di kamar.
Karena aq merasa bosan dan membutuhkan internet, aq memutuskan mencari internet sebentar dan mengirim email kepada Seven, Seven adalah orang yang bertanggung jawab untuk menjemput kami. Di depan penjaga motel, aq bertanya dengan menggunakan bahasa tarsan untuk bertanya dimana tempat untuk internet terdekat. Penjaga motel menunjuk-nunjuk kearah kanan-kiri-kanan-kiri dengan bahasa tarsan pula, tapi saying aq tetap tidak paham. Akhirnya aq tunjuk2 komputer yang ada di meja di depanq dan dia langsung mempersilahkan aq untuk memakainya. Mungkin dia tidak paham kalau aq membutuhkan internet, dan dia mengira aq membutuhkan computer. Daripada aq terlihat mengecewakan tawarannya, akhirnya aq mencoba memakai komputernya, diluar dugaan ternyata computer disitu sudah tersambung internet. Dan aq baru tahu ternyata di China internet mudah didapat, asal membayar akun ke penyedia layanan internet, hal ini aq ketahui hari berikutnya ketika ada di ruang tunggu Chengdu Shuangliu Int’l Airport. Ketika aq asyik internet di meja penjaga motel, laki2 yang tadi siang menjemput aq di bandara sedang riwa-riwi untuk mengantar tamu yang datang untuk menginap di motelnya. Aq lihat jam menunjukkan pukul 21.30. dan cuaca diluar sangat dingin dan gelap. Jujur, aq kagum dengan orang ini, karena dari tadi siang dia tidak henti2 riwa-riwi menjemput tamu motel dan tidak ada kesan capek di wajahnya. Luar biasa stamina orang China satu ini. Padahal besok pagi2 sekali pukul 5.30 dia harus siap untuk mengantar kami dan beberapa orang lainnya untuk menuju ke bandara, karena boarding pesawat kami pukul 7.00 (keadaan di China sangat berbeda dengan di Indonesia, pukul 7.00 di China langit masih sangat gelap, setara pukul 5.00 pagi di Indonesia).
***
Rabu, 20 Januari 2010
Dalam nyenyaknya tidur dengan diselimuti selimut yang sangat tebal membuat kami lupa akan penerbangan pagi kami. Kami hampir lupa dengan jadwal kami. Hingga pukul 5.40 pintu kamar motel kami diketuk oleh seseorang dengan keras. Aq termasuk orang yang sangat sulit bangun ketika tidur, tapi ketukan keras itu mampu membuat aq terbangun.
Setelah menunggu beberapa saat, tepat pukul 8:40 pintu gate T18 dibuka, dan kami bersama seluruh penumpang dipersilahkan menuju pesawat. Dan hal pertama yang membuat saya takjub adalah bahwa kami akan menaiki Jumbo Jet buatan Airbus. Luar biasa ternyata, mimpiku selama ini untuk naik Jumbo Jet keturutan juga,hehe. Ketika memasuki pesawat, aq bener2 takjub, di tiap bangku ada layar LCD 10 inchi yang menggunakan touch screen. Aq bener2 heran, bagaimana caranya AirAsia membiayai penerbangan ini padahal aq dan Diera membeli tiketnya hanya dengan harga MYR 408. Sungguh harga yang sangat tidak pantas dibanding dengan fasilitas yang kami dapat.
***
Perjalanan pertama kalinya aq menaiki Jumbo Jet pun dimuali, sang pilot berkata bahwa perjalanan pesawat ini akan memakan waktu selama 3:45 jam. Tepat jam 9.00 kami take off. Rasanya menaiki Jumbo Jet dengan pesawat biasa sungguh sangat berbeda, hampir tidak terasa kalau pesawat sudah terbang. Tidak ada goncangan, tidak ada suara gemuruh yang keras dan tidak ada perasaan jantung yang dikocok2 seperti pada pesawat2 kecil umumnya ketika take off. Semua terasa begitu elegan ketika burung besi jumbo ini membelah angkasa. Waktu melewati awanpun burung besi ini tidak bergetar sedikitpun.
Di dalam pesawat aq duduk bertiga. Dipojok ada Nick, orang China yang tinggal lama di Melbourne-Australia, kemudian aq dan Diera. Nick orangnya sangat baik, kami banyak mengobrol dengan dia selama di perjalanan. Dia orangnya supel dan suka tersenyum. Aq banyak bertanya banyak hal kepada Nick, mulai dari bertanya ttg Railway Station di Chengdu, tentang Bali, tentang China hingga masalah2 gak penting yang keluar dari mulut kami begitu saja. Lumayan, sebagai pemanis bibir karena aq juga gak tahu mw ngobrol apalagi sama Nick, hehe.
Di dalam pesawat aq dan Diera memesan makanan. Karena waktu malam kemarin kami memang belum makan, pagi tadi belum sarapan, dan dari kemarin pagi belum ada nasi secuil-pun yang masuk ke perut kami. Semuanya serba roti, kentang, salad, ayam, mie dsb, padahal aq dan Diera sangat rindu dengan nasi. Mungkin saat ini nasi dianggap bukan termasuk makanan internasional, padahal masih banyak rakyat di dunia ini yang doyan dengan nasi. Cuma orang2 Barat saja yang tidak biasa makan nasi. Orang Asia memang aneh, agar disebut Internasional, semua dari Barat diambil, padahal belum tentu itu baik buat dirinya. Kembali ke cerita, kami berharap ada nasi di pesawat. Karena memang ada menu asian fried rice d daftar menu pesawat. Dan kami sangat berharap itu bukan sekedar promosi iklan.
Setelah pramugari yang semuanya berdarah China mendatangi kursi kami, alangkah naasnya nasib kami, karena sekali lagi nasi tidak ada di dalam pesawat, dan menu yang ada tinggal chicken BBQ, padahal opsi kedua kami setelah asian fried rice adalah noodle meatballs (mungkin semacam bakso kalo di Indonesia, hehe). Aq tidak tahu, chicken BBQ itu apa, tapi Diera sudah pesan dahulu chicken BBQ ini, seakan-akan sudah tahu. Akhirnya daripada terus2an lapar dan malu sama pramugarinya kalau gak jadi dan dianggap gak punya uang, aq ambil saja makanan aneh itu. Ukurannya kotaknya kecil, seukuran kotak makan bayi, di dalamnya berisi campusan kedelai, jagung, irisan wortel dll yang diberi bumbu warna coklat. Ada juga irisan kentang 4 buah dan potongan ayam 2 buah. Aneh juga awalnya memakan makanan ini. Apalagi harganya yang luar biasa, sekitar Rp 98.000 untuk 2 porsi chicken BBQ ditambah air botol kecil (yang kalo di Indonesia harganya Cuma Rp. 1000). Bisnis yang menguntungkan memang jual makanan di pesawwat terbang, hehe.
***
Pesawat telah menempuh 3.30 jam perjalanan, dan pilot mengatakan bahwa pesawat akan segera mendarat d Chengdu International Airport dalam 20 menit lagi dan semua penumpang disuruh kembali dan memasang sabuk pengaman. 10 menit kemudian pesawat mulai turun perlahan-lahan, ketika sudah turun jauh ternyata pesawat naik kembali tanpa sebab yang pasti. Jujur, aq mulai panik, aq merasa telah terjadi sesuatu dengan pesawat ini. Tidak lama kemudian dugaanq terbukti sewaktu pilot berkata bahwa cuaca sangat buruk, jarak pandang hanya 50-100 meter, sehingga sang pilot memutuskan untuk menunggu saat dan kondisi yang tepat untuk melakukan pendaratan.
Aq melihat keluar jendela, pilot memang tidak salah, kare sejauh mataq memandang yang ada hanya kabut tebal berwarna putih menyelimuti. Yang dapat aq lihat hanyalah sayap pesawat. Selain itu tidak ada yang bisa terlihat. Yang bisa aq lakukan hanya berdoa dan memohon keselamatan dari Allah.
Pesawat masih terus berputar2, mungkin ada 30 menitan. Baru kemudian pilot berkata lagi bahwa pesawat akan segera mendarat. Tidak lama setelah itu pesawat ,mulai turun perlahan2. Aq masih melihat di jendela, ingin tahu bagaimana keadaanya. Tapi yang aq lihat hanya kabut tebal menyelimuti. Tidak lama kemudian bandara mulai terlihat samar, padahal jaraknya sangat dekat. Dan alhamduliilah beberapa saat kemudian pesawat mendarat dengan mulus walaupun jarak pandang sangat terganggu.
***
WELCOME TO CHENGDU….
Akhirnya, inilah pertama kalinya aq menjejakkan kaki di negeri China. Negeri yang disebut oleh nebi Muhammad di dalam salah satu hadits-nya, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”. Ketika masuk ke bandara, seperti biasa, proses imigrasi dsb. Tpi pemerintah China tidak ribet mengurusi masalah ini, hanya di stempel dan aq sudah boleh masuk ke terminal bandara. Bandara ini sangat besar, dengan arsitektur yang unik. Dan anehnya, banyak orang disini ternyata tidak bisa berbahasa Inggris. Aneh memang, China yg terkenal karena cepatnya pertumbuhan ekonominya ternyata sebagian besar masyarakatnya tidak bisa berbahasa Inggris. Aneh memang, tapi itulah yang terjadi.
***
Ketika sudah keluar dari bandara, kami seperti orang2 desa tolol yang baru datang dari desa yang amat terpencil. Mungkin karena melihat kebodohan kami, ada seorang wanita berumur 30an tahun yang dandanannya sangat necis. Dia bertanya menggunakan bahasa China, tapi aq tdk paham apa yg dia katakan. Akhirnya aq bertanya balik menggunakan bahasa Inggris, tenyata dia tidak bisa juga. Akhirnya kami berbicara menggunakan bahasa tarsan, bahasa yang sangat popular digunakan pada jaman batu dulu. Dimana bahasa ini hanya menggunakan simbol2 barang atau dengan bentuk tubuh. Lucu memang tapi itulah kenyataannya. Kami merasa seperti terdampar di tempat terpencil, yang tidak ada satu orangpun yang paham apa yang kami bicarakan. Dengan sabar kami menjelaskan dengan bahasa tarsan kepada wanita tersebut, akhirnya wanita itu sedikit mengerti apa yang kami bicarakan. Dan dia langsung mengajak kami ke tempat pembelian tiket. Akhirnya dia menanyakan kemana tujuan kami, kami bilang ke Tianjin. Lalu keluarlah harga 1520 Yuan. Aq berkata mahal sekali harganya. Lalu dia mencarikan lagi harga yang lebih murah, lalu ketemu harga 960 Yuan. Masih mahal menurutq untuk penerbangan 2.5 jam. Akhirnya aq bertanya berapa harga ke Beijing ke wanita tadi, wanita tadi langsung bilang ke penjual tiket dan penjual itu mencarinya. Sewaktu penjual tiket mencari, aq berkata kepada wanita tadi kalau minta tolong untuk mencarikan tiket ke Tianjin saja, yang paling murah. Lalu keluarlah harga 530 Yuan. Awalnya kami berpikir itu adalah harga untuk ke Tianjin. Setelah kami setuju dan tiket di cetak, kami kaget karena kode bandara tertulis PEK yang artinya menuju Beijing, padahal seharusnya TSN yg artinya Tianjin. Ketika melihat tiket itu aq sangat bingung. Antara membeli atau tidak. Akhirnya aq dan Diera berunding dan kami setuju untuk membeli tiket tersebut. Tapi masalah baru muncul, karena tiket itu adalah tiket untuk besok (tanggal 21 Januari 2010) dan kami berpikir dimana kami akan tinggal. Terbersit keinginan kami untuk mengulang kedua kalinya tidur di bandara. Seperti ketika kami menghabiskan malam di Kuala Lumpur Internasional Airport pada kemarin malam. Tapi wanita tersebut memaksa kami untuk ikut dengannya menuju motel. Aq bilang ke dia bahwa kami adalah mahasiswa, kami tidak punya uang. Dia tetap memaksa, mungkin karena tidak paham apa yang kami bicarakan. Lalu dia memanggil temannya, seorang laki2 besar, putih dan tidak bisa berbahasa Inggris juga. Mungkin wanita tersebut berkata kepada laki2 itu: “aq tidak sanggup mengatasi kedua bocah ini, tolong atasi mereka”. Akhirnya laki2 besar itu mengajakq ke meja informasi, di meja informasi ada beberapa perempuan yang bisa berbahasa Inggris. Kami pun menceritakan kisah kami dari awal kami keluar bandara hingga dipaksa oleh orang2 ini untuk memakai jasanya. Jujur, dalam keadaan seperti ini kami benar2 takut, hanya pertolongan Allah yang dapat menyelamatkan kami, dan kami mengharap pertolongan dari-Nya. Akhirnya wanita di meja informasi berkata bahwa orang ini adalah seorang makelar motel, dia mau membawa Anda untuk menuju motelnya sambil menunggu penerbangan esok hari. Setelah itu aq bertanya berapa harga motelnya, dia menjawab 150 Yuan/malam. Aq bilang kami adalah mahasiswa, kami tidak punya uang, dan laki2 itu akhirnya member kami harga 80 Yuan/malam. Kami pikir ini harga yang bagus karena kalau di rupiahkan menjadi sekitar Rp 112.000;. akhirnya kami pun menuju mobil laki2 tersebut, kami diantar ke motel miliknya. Motel ini tidak jauh dari bandara, mungkin sekitar 5-10 menit. Ketika mobil berjalan, kami baru tahu bahwa pengendara mobil di sini ngawur2. Belok seenaknya dan melaju dengan kecepatan sangat tinggi pula, biarpun ketika belok.
Motel ini dari luar terlihat sangat kecil, mungkin sekitar 5x8 meter. Tapi ternyata di lantai 2 motel ini menjadi sangat luas dan panjang. Untuk lantai 2 memuat sekitar 10 kamar seukuran 4x6 meter. Dan kami mendapat kamar dipojok. Mungkin ini kamar paling murah. Tapi waktu aq melihat kamar sebelah, tidak tampak perbedaannya. Mungkin karena laki2 tadi kasihan, dia memberi kami harga special buat mahasiswa, hehe.
***
Chengdu adalah ibukota dari propinsi Shicuan. Propinsi ini termasuk propinsi miskin di China. Namun ketika tiba di bandara Chengdu Shangliu International Airport, sangat tidak tampak kalau bandara ini berada di kota yang miskin. Maka tidak heran, disekitar motel banyak sekali kawasan2 yang kumuh. Banyak orang berjualan daging babi disekitar sini, banyak orang bermain mahyong (jenis judi yang popular di China), ada beberapa tempat bermain bilyard yang ramai, dan sebagainya. Yang membikin aq tidak tahan adalah bau daging babi yang diasapi, rasanya mau muntah kalau ada bau seperti ini. Dan bau semacam ini ternyata sudah biasa di sini.
Malam harinya, kami tidak ada rencana keluar motel, karena cuaca diluar sangat dingin. Saat kami sampai di motel pada siang hari cuaca terasa dingin, sekitar 10°C. malam harinya aq merasa cuaca lebih rendah daripada siang hari, jadi kami memutuskan tidak keluar motel. Kami ingin menghangatkan diri di bawah selimut tebal di kamar.
Karena aq merasa bosan dan membutuhkan internet, aq memutuskan mencari internet sebentar dan mengirim email kepada Seven, Seven adalah orang yang bertanggung jawab untuk menjemput kami. Di depan penjaga motel, aq bertanya dengan menggunakan bahasa tarsan untuk bertanya dimana tempat untuk internet terdekat. Penjaga motel menunjuk-nunjuk kearah kanan-kiri-kanan-kiri dengan bahasa tarsan pula, tapi saying aq tetap tidak paham. Akhirnya aq tunjuk2 komputer yang ada di meja di depanq dan dia langsung mempersilahkan aq untuk memakainya. Mungkin dia tidak paham kalau aq membutuhkan internet, dan dia mengira aq membutuhkan computer. Daripada aq terlihat mengecewakan tawarannya, akhirnya aq mencoba memakai komputernya, diluar dugaan ternyata computer disitu sudah tersambung internet. Dan aq baru tahu ternyata di China internet mudah didapat, asal membayar akun ke penyedia layanan internet, hal ini aq ketahui hari berikutnya ketika ada di ruang tunggu Chengdu Shuangliu Int’l Airport. Ketika aq asyik internet di meja penjaga motel, laki2 yang tadi siang menjemput aq di bandara sedang riwa-riwi untuk mengantar tamu yang datang untuk menginap di motelnya. Aq lihat jam menunjukkan pukul 21.30. dan cuaca diluar sangat dingin dan gelap. Jujur, aq kagum dengan orang ini, karena dari tadi siang dia tidak henti2 riwa-riwi menjemput tamu motel dan tidak ada kesan capek di wajahnya. Luar biasa stamina orang China satu ini. Padahal besok pagi2 sekali pukul 5.30 dia harus siap untuk mengantar kami dan beberapa orang lainnya untuk menuju ke bandara, karena boarding pesawat kami pukul 7.00 (keadaan di China sangat berbeda dengan di Indonesia, pukul 7.00 di China langit masih sangat gelap, setara pukul 5.00 pagi di Indonesia).
***
Rabu, 20 Januari 2010
Dalam nyenyaknya tidur dengan diselimuti selimut yang sangat tebal membuat kami lupa akan penerbangan pagi kami. Kami hampir lupa dengan jadwal kami. Hingga pukul 5.40 pintu kamar motel kami diketuk oleh seseorang dengan keras. Aq termasuk orang yang sangat sulit bangun ketika tidur, tapi ketukan keras itu mampu membuat aq terbangun.
Perjalanan Panjang Dimulai
Senin, 18 januari 2010.
Jam 7.30 pagi aq berangkat dari rumah, menuju sebuah Negara baru yang belum pernah aq kunjungi. Pagi ini, perpisahan ku dengan orang tua terasa begitu berat, lebih berat lagi berpisah dengan salah satu orang yang aq sayangi, Ria Zia Ulfah. Di malam sebelum aq berangkat, kami sempat bertemu dan mengungkapkan smua kerinduan kami, dan berharap rasa rindu bisa terobati selama beberapa saat ketika kami berjauhan. Tapi ternyata, peristiwa ini berujung pada jatuhnya airmata kami berdua. Kadang aq merasa lemah, tp aq juga tidak bisa menyembunyikan kesedihanku.
***
Aq dan temanku, diera gala paksi, kami mencoba berpetualang bersama. Menjelajahi negeri yang tidak pernah kami datangi dan ini juga pertama kalinya kami melakukan perjalanan keluar negeri. Sungguh pengalaman yang sangat menegangkan sekaligus mengasyikan. Perjalanan pertama diawali dengan penerbangan ke Kuala Lumpur International Airport. Perjalanan ini memakan waktu 2.30 jam. Tidak ada yang istimewa dalam perjalanan ini, hanya saja tadi aq merasa berbeda ketika melihat keluar jendela tenyata ada yang bergerak2 tidak normal disamping turbo pesawat, seperti mau lepas. Dan aq hanya bisa berdoa agar benda yang aq pikir itu sangat penting dalam perjalanan ini, tidak lepas saat aq masih diatas udara. Andaikan Allah mentakdirkan benda itu lepas, biarlah benda itu lepas ketika kami sudah mendarat, atau jika Allah butuh korban, biarlah benda itu jatuh ketika kami tidak menaikinya, tapi ini adalah hal yang naïf bagiku karena mendoakan yg tidak baik buat orang lain, hehe.
***
Ketika sampai di KLIA, kami sangat bingung harus bagaimana setelah ini. Kami lalu bergerak dimana orang-orang bergerak secara bersama-sama. Setelah memalui proses imigrasi yang tidak terlalu rumit, kami akhirnya turun dan mencari-cari koper2 kami. Hal bodoh kami lakukan, saat itu, kami berputar2 tanpa arah untuk mencari koper2 kami. Sungguh kami adalah dua orang bodoh yang terdampar entah dimana dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, hehe. Akhirnya setelah riwa-riwi seperti ayam kehilangan induk, kami akhirnya menemukan koper kami.
Ketika keluar dari terminal kedatangan, sekali lagi kami seperti orang bodoh, bahkan lebih bodoh dari orang bodoh, wkwkwk. Kami berputar2 untuk mencari toko penjual simcard agar bisa menghubungi keluarga dirumah secepatnya. Setelah berputar2, Tanya kesana-kemari dengan bahasa tarsan kami akhirnya menemukan orang penjual simcard. Bangga sudah mendapatkan simcard, kami melakukan apa yg diperintahkan di dalam petunjuk yang tertera. Sambil mengotak-atik simcard baru kami, kami mencari makan di KFC, kami rasa ini makanan paling murah di tempat ini, kami mendapat harga sekitar RM13 per porsi, jadi berdua kami menghabiskan sekitar Rp 78.000 sekali makan. Lumayan mahal untuk ukuran orang Indonesia.
Sewaktu mengotak-atik simcard ini di tempat duduk KFC, sekali lagi kebodohan kami tampak, karena kami tidak paham apa yang dibicarakan oleh kartu ini, hehe. Setelah menyerah dengan hasil yang sia-sia, kami bertanya kepada seseorang, dia org Malaysia, dan ternyata hasil yang kami dapat tidak memuaskan, krn orang itu juga tdk tahu bagaimana cara pakainya. Aneh memang, dunia ini sungguh rumit, hehe. Bahkan orang itu menyarankan kami untuk bertanya kembali ke toko tempat kami membeli. Setelah bertanya dengan bahasa tarsan, dan dijawab dengan bahasa tarsan pula oleh penjualnya, akhirnya kami bisa menggunakannya. Alhamdulillah, hehe.
***
Pukul 17.00 waktu Kuala Lumpur, kami bergerak menuju waiting room di bandara ini. Di tempat ini berisi puluhan orang yang sedang tidur, browsing, ngobrol, duduk2 sambil lihat bule2 yang lewat, maupun mencuri pandang sama cewek2 luar yang cakep2. (tapi aq bukan kategori yang terakhir pastinya, hehe). Di tempat ini, kami memutuskan untuk tidur. Tidur sambil duduk dan berdesak2an dengan yang lain, agar biaya hidup kami untuk transit ini tidak melambung tinggi. Semoga malam ini kami dapat tidur dengan nyenyak tanpa gangguan sedikitpun dan mendapat full energy untuk perjalanan jauh besok hari. Go to China..
***
***
Selasa, 19 Januari 2010
Malam tadi, kami tidur di ruang tunggu bandara. Awalnya sungkan juga tidur di tempat seperti itu karena di Indonesia hal tersebut sungguh luar biasa (diluar kebiasaan). Tapi ternyata waktu aq terbangun sekitar pukul 1.00 wktu Kuala Lumpur, aq tidak sendiri tidur di tempat ini seperti gelandangan, di samping kiriku ada pasangan orang China yang sedang tidur lelap, disamping kiri ku ada 4 orang Spanyol yang tertidur pulas pula. Bahkan salah satu dari mereka tidur langsung beralas lantai. Dan hal itu dilakukan tanpa malu2. Berbeda dengan orang Indonesia yang sok kaya dan malu berbuat hal-hal seperti ini.
Jam 7.30 pagi aq berangkat dari rumah, menuju sebuah Negara baru yang belum pernah aq kunjungi. Pagi ini, perpisahan ku dengan orang tua terasa begitu berat, lebih berat lagi berpisah dengan salah satu orang yang aq sayangi, Ria Zia Ulfah. Di malam sebelum aq berangkat, kami sempat bertemu dan mengungkapkan smua kerinduan kami, dan berharap rasa rindu bisa terobati selama beberapa saat ketika kami berjauhan. Tapi ternyata, peristiwa ini berujung pada jatuhnya airmata kami berdua. Kadang aq merasa lemah, tp aq juga tidak bisa menyembunyikan kesedihanku.
***
Aq dan temanku, diera gala paksi, kami mencoba berpetualang bersama. Menjelajahi negeri yang tidak pernah kami datangi dan ini juga pertama kalinya kami melakukan perjalanan keluar negeri. Sungguh pengalaman yang sangat menegangkan sekaligus mengasyikan. Perjalanan pertama diawali dengan penerbangan ke Kuala Lumpur International Airport. Perjalanan ini memakan waktu 2.30 jam. Tidak ada yang istimewa dalam perjalanan ini, hanya saja tadi aq merasa berbeda ketika melihat keluar jendela tenyata ada yang bergerak2 tidak normal disamping turbo pesawat, seperti mau lepas. Dan aq hanya bisa berdoa agar benda yang aq pikir itu sangat penting dalam perjalanan ini, tidak lepas saat aq masih diatas udara. Andaikan Allah mentakdirkan benda itu lepas, biarlah benda itu lepas ketika kami sudah mendarat, atau jika Allah butuh korban, biarlah benda itu jatuh ketika kami tidak menaikinya, tapi ini adalah hal yang naïf bagiku karena mendoakan yg tidak baik buat orang lain, hehe.
***
Ketika sampai di KLIA, kami sangat bingung harus bagaimana setelah ini. Kami lalu bergerak dimana orang-orang bergerak secara bersama-sama. Setelah memalui proses imigrasi yang tidak terlalu rumit, kami akhirnya turun dan mencari-cari koper2 kami. Hal bodoh kami lakukan, saat itu, kami berputar2 tanpa arah untuk mencari koper2 kami. Sungguh kami adalah dua orang bodoh yang terdampar entah dimana dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, hehe. Akhirnya setelah riwa-riwi seperti ayam kehilangan induk, kami akhirnya menemukan koper kami.
Ketika keluar dari terminal kedatangan, sekali lagi kami seperti orang bodoh, bahkan lebih bodoh dari orang bodoh, wkwkwk. Kami berputar2 untuk mencari toko penjual simcard agar bisa menghubungi keluarga dirumah secepatnya. Setelah berputar2, Tanya kesana-kemari dengan bahasa tarsan kami akhirnya menemukan orang penjual simcard. Bangga sudah mendapatkan simcard, kami melakukan apa yg diperintahkan di dalam petunjuk yang tertera. Sambil mengotak-atik simcard baru kami, kami mencari makan di KFC, kami rasa ini makanan paling murah di tempat ini, kami mendapat harga sekitar RM13 per porsi, jadi berdua kami menghabiskan sekitar Rp 78.000 sekali makan. Lumayan mahal untuk ukuran orang Indonesia.
Sewaktu mengotak-atik simcard ini di tempat duduk KFC, sekali lagi kebodohan kami tampak, karena kami tidak paham apa yang dibicarakan oleh kartu ini, hehe. Setelah menyerah dengan hasil yang sia-sia, kami bertanya kepada seseorang, dia org Malaysia, dan ternyata hasil yang kami dapat tidak memuaskan, krn orang itu juga tdk tahu bagaimana cara pakainya. Aneh memang, dunia ini sungguh rumit, hehe. Bahkan orang itu menyarankan kami untuk bertanya kembali ke toko tempat kami membeli. Setelah bertanya dengan bahasa tarsan, dan dijawab dengan bahasa tarsan pula oleh penjualnya, akhirnya kami bisa menggunakannya. Alhamdulillah, hehe.
***
Pukul 17.00 waktu Kuala Lumpur, kami bergerak menuju waiting room di bandara ini. Di tempat ini berisi puluhan orang yang sedang tidur, browsing, ngobrol, duduk2 sambil lihat bule2 yang lewat, maupun mencuri pandang sama cewek2 luar yang cakep2. (tapi aq bukan kategori yang terakhir pastinya, hehe). Di tempat ini, kami memutuskan untuk tidur. Tidur sambil duduk dan berdesak2an dengan yang lain, agar biaya hidup kami untuk transit ini tidak melambung tinggi. Semoga malam ini kami dapat tidur dengan nyenyak tanpa gangguan sedikitpun dan mendapat full energy untuk perjalanan jauh besok hari. Go to China..
***
***
Selasa, 19 Januari 2010
Malam tadi, kami tidur di ruang tunggu bandara. Awalnya sungkan juga tidur di tempat seperti itu karena di Indonesia hal tersebut sungguh luar biasa (diluar kebiasaan). Tapi ternyata waktu aq terbangun sekitar pukul 1.00 wktu Kuala Lumpur, aq tidak sendiri tidur di tempat ini seperti gelandangan, di samping kiriku ada pasangan orang China yang sedang tidur lelap, disamping kiri ku ada 4 orang Spanyol yang tertidur pulas pula. Bahkan salah satu dari mereka tidur langsung beralas lantai. Dan hal itu dilakukan tanpa malu2. Berbeda dengan orang Indonesia yang sok kaya dan malu berbuat hal-hal seperti ini.
Selasa, 19 Januari 2010
Hari Pertama di Kuala Lumpur
Senin, 18 januari 2010.
Jam 7.30 pagi aq berangkat dari rumah, menuju sebuah Negara baru yang belum pernah aq kunjungi. Pagi ini, perpisahan ku dengan orang tua terasa begitu berat, lebih berat lagi berpisah dengan salah satu orang yang aq sayangi, Ria Zia Ulfah. Di malam sebelum aq berangkat, kami sempat bertemu dan mengungkapkan smua kerinduan kami, dan berharap rasa rindu bisa terobati selama beberapa saat ketika kami berjauhan. Tapi ternyata, peristiwa ini berujung pada jatuhnya airmata kami berdua. Kadang aq merasa lemah, tp aq juga tidak bisa menyembunyikan kesedihanku.
***
Aq dan temanku, diera gala paksi, kami mencoba berpetualang bersama. Menjelajahi negeri yang tidak pernah kami datangi dan ini juga pertama kalinya kami melakukan perjalanan keluar negeri. Sungguh pengalaman yang sangat menegangkan sekaligus mengasyikan. Perjalanan pertama diawali dengan penerbangan ke Kuala Lumpur International Airport. Perjalanan ini memakan waktu 2.30 jam. Tidak ada yang istimewa dalam perjalanan ini, hanya saja tadi aq merasa berbeda ketika melihat keluar jendela tenyata ada yang bergerak2 tidak normal disamping turbo pesawat, seperti mau lepas. Dan aq hanya bisa berdoa agar benda yang aq pikir itu sangat penting dalam perjalanan ini, tidak lepas saat aq masih diatas udara. Andaikan Allah mentakdirkan benda itu lepas, biarlah benda itu lepas ketika kami sudah mendarat, atau jika Allah butuh korban, biarlah benda itu jatuh ketika kami tidak menaikinya, tapi ini adalah hal yang naïf bagiku karena mendoakan yg tidak baik buat orang lain, hehe.
***
Ketika sampai di KLIA, kami sangat bingung harus bagaimana setelah ini. Kami lalu bergerak dimana orang-orang bergerak secara bersama-sama. Setelah memalui proses imigrasi yang tidak terlalu rumit, kami akhirnya turun dan mencari-cari koper2 kami. Hal bodoh kami lakukan, saat itu, kami berputar2 tanpa arah untuk mencari koper2 kami. Sungguh kami adalah dua orang bodoh yang terdampar entah dimana dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, hehe. Akhirnya setelah riwa-riwi seperti ayam kehilangan induk, kami akhirnya menemukan koper kami.
Ketika keluar dari terminal kedatangan, sekali lagi kami seperti orang bodoh, bahkan lebih bodoh dari orang bodoh, wkwkwk. Kami berputar2 untuk mencari toko penjual simcard agar bisa menghubungi keluarga dirumah secepatnya. Setelah berputar2, Tanya kesana-kemari dengan bahasa tarsan kami akhirnya menemukan orang penjual simcard. Bangga sudah mendapatkan simcard, kami melakukan apa yg diperintahkan di dalam petunjuk yang tertera. Sambil mengotak-atik simcard baru kami, kami mencari makan di KFC, kami rasa ini makanan paling murah di tempat ini, kami mendapat harga sekitar RM13 per porsi, jadi berdua kami menghabiskan sekitar Rp 78.000 sekali makan. Lumayan mahal untuk ukuran orang Indonesia.
Sewaktu mengotak-atik simcard ini di tempat duduk KFC, sekali lagi kebodohan kami tampak, karena kami tidak paham apa yang dibicarakan oleh kartu ini, hehe. Setelah menyerah dengan hasil yang sia-sia, kami bertanya kepada seseorang, dia org Malaysia, dan ternyata hasil yang kami dapat tidak memuaskan, krn orang itu juga tdk tahu bagaimana cara pakainya. Aneh memang, dunia ini sungguh rumit, hehe. Bahkan orang itu menyarankan kami untuk bertanya kembali ke toko tempat kami membeli. Setelah bertanya dengan bahasa tarsan, dan dijawab dengan bahasa tarsan pula oleh penjualnya, akhirnya kami bisa menggunakannya. Alhamdulillah, hehe.
***
Pukul 17.00 waktu Kuala Lumpur, kami bergerak menuju waiting room di bandara ini. Di tempat ini berisi puluhan orang yang sedang tidur, browsing, ngobrol, duduk2 sambil lihat bule2 yang lewat, maupun mencuri pandang sama cewek2 luar yang cakep2. (tapi aq bukan kategori yang terakhir pastinya, hehe). Di tempat ini, kami memutuskan untuk tidur. Tidur sambil duduk dan berdesak2an dengan yang lain, agar biaya hidup kami untuk transit ini tidak melambung tinggi. Semoga malam ini kami dapat tidur dengan nyenyak tanpa gangguan sedikitpun dan mendapat full energy untuk perjalanan jauh besok hari. Go to China..
***
***
Selasa, 19 Januari 2010
Malam tadi, kami tidur di ruang tunggu bandara. Awalnya sungkan juga tidur di tempat seperti itu karena di Indonesia hal tersebut sungguh luar biasa (diluar kebiasaan). Tapi ternyata waktu aq terbangun sekitar pukul 1.00 wktu Kuala Lumpur, aq tidak sendiri tidur di tempat ini seperti gelandangan, di samping kiriku ada pasangan orang China yang sedang tidur lelap, disamping kiri ku ada 4 orang Spanyol yang tertidur pulas pula. Bahkan salah satu dari mereka tidur langsung beralas lantai. Dan hal itu dilakukan tanpa malu2. Berbeda dengan orang Indonesia yang sok kaya dan malu berbuat hal-hal seperti ini.
Senin, 04 Januari 2010
RAHASIA ORANG YAHUDI BEGITU CERDAS
Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”
Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”
Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya. Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $ US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian
anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani,target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini
cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia.
Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini. "Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga
hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asap rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70 cts (sen) !!!
"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya. Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $ US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian
anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani,target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini
cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia.
Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini. "Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga
hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asap rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70 cts (sen) !!!
"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
Minggu, 03 Januari 2010
7 Rahasia Agar Rambut Sehat
Berikut ini tip dari tradisi Ayurveda yang berumur 5.000 tahun mengenai keindahan dan kesehatan rambut:
1. Mulailah dengan mengatur makanan. Pilih makanan yang mengandung sayuran hijau dan buah manis. Produk susu dan yogurt juga baik untuk rambut. Demikian juga dengan kelapa.
2. Hindari makanan olahan atau kalengan. Ayurveda mengatakan bahwa makanan dengan pengawet buatan dan bahan kimia tambahan tidak akan memberi manfaat gizi untuk tubuh dan badan. Minuman dingin juga mengganggu proses pencernaan dan asimilasi zat gizi.
3. Bumbu seperti lada hitam bermanfaat untuk kesehatan rambut. Tambahkan bumbu ini ke dalam sup atau masakan lain.
4. Hindari stres karena dapat berakibat serius dalam jangka panjang dan mempengaruhi warna rambut. Cobalah atur waktu dan tugas untuk meminimisasi tekanan. Lakukan rileksasi/meditasi.
5. Jauhi produk kimia keras yang dapat merusak rambut. Cari sampo dan kondisioner alami dan lembut, terutama bila Anda mencuci rambut tiga kali seminggu.
6. Pijat kulit kepala dengan minyak kelapa atau minyak zaitun untuk menstimulasi dan memberi kelembaban kulit kepala.
7. Jangan sisir rambut dengan sikat ketika rambut basah. Diposting dari Kompas.com
1. Mulailah dengan mengatur makanan. Pilih makanan yang mengandung sayuran hijau dan buah manis. Produk susu dan yogurt juga baik untuk rambut. Demikian juga dengan kelapa.
2. Hindari makanan olahan atau kalengan. Ayurveda mengatakan bahwa makanan dengan pengawet buatan dan bahan kimia tambahan tidak akan memberi manfaat gizi untuk tubuh dan badan. Minuman dingin juga mengganggu proses pencernaan dan asimilasi zat gizi.
3. Bumbu seperti lada hitam bermanfaat untuk kesehatan rambut. Tambahkan bumbu ini ke dalam sup atau masakan lain.
4. Hindari stres karena dapat berakibat serius dalam jangka panjang dan mempengaruhi warna rambut. Cobalah atur waktu dan tugas untuk meminimisasi tekanan. Lakukan rileksasi/meditasi.
5. Jauhi produk kimia keras yang dapat merusak rambut. Cari sampo dan kondisioner alami dan lembut, terutama bila Anda mencuci rambut tiga kali seminggu.
6. Pijat kulit kepala dengan minyak kelapa atau minyak zaitun untuk menstimulasi dan memberi kelembaban kulit kepala.
7. Jangan sisir rambut dengan sikat ketika rambut basah. Diposting dari Kompas.com
Cara Mensyukuri Tubuh Sendiri
Apakah Anda cukup puas dengan tubuh sendiri? Bila kurang puas, ikuti saran dari Margo Maine, Ph.D berikut ini:
1. Tubuh Anda adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa, mulailah untuk menghargainya.
2. Buat daftar yang mencantumkan hal-hal yang dapat dilakukan tubuh Anda. Baca dan tambah terus daftar itu.
3. Sadari apa yang bisa dilakukan tubuh Anda setiap hari. Ingatlah bahwa tubuh adalah instrumen kehidupan, bukan sekadar hiasan
4. Buatlah daftar orang-orang yang Anda kagumi: orang yang banyak menyumbang hal positif dalam hidup Anda, di masyarakat dan di dunia. Perhatikan apakah penampilan fisik mereka tampak penting dalam menunjang kesuksesan dan pencapaiannya.
5. Berjalanlah dengan kepala diangkat, didukung rasa percaya diri.
6. Jangan biarkan berat badan atau postur tubuh menghalangi Anda menikmati kegiatan yang disukai.
7. Pakailah baju yang nyaman, disukai dan terasa enak di tubuh.
8. Hitung berkat yang Anda terima, bukan kemalangan-kemalangan.
9. Pikirkan hal-hal lain yang bisa dicapai dengan waktu dan energi yang dihabiskan untuk mengkhawatirkan badan dan penampilan.
10.Jadilah sahabat serta pendukung, bukan musuh bagi tubuh sendiri.
11.Pikirkan bahwa kulit Anda beregenerasi setiap bulan, perut setiap lima hari, liver setiap 6 minggu dan tulang setiap tiga bulan.
12.Setiap bangun tidur di pagi hari jangan lupa berterimakasih atas istirahat untuk tubuh sehingga tubuh terasa segar.
13.Setiap malam saat akan tidur jangan lupa berkata kepada tubuh Anda betapa berharganya tubuh, sehingga membantu melaksanakan tugas sehari-hari.
14.Temukan metode latihan olahraga yang Anda nikmati dan lakukan secara teratur. Tapi jangan berolahraga untuk menurunkan berat badan atau melawan tubuh sendiri. Lakukan olahraga untuk kesehatan dan kekuatan tubuh, karena membuat Anda nyaman.
15.Ingat kembali saat Anda merasa nyaman dengan tubuh Anda. Katakan pada diri sendiri Anda dapat merasa seperti itu lagi, bahkan pada usia yang tidak muda lagi.
16.Buatlah daftar 10 hal positif tentang diri sendiri tanpa menyebut penampilan fisik.
17.Buat tulisan dan tempel di kaca rias: saya tampil menarik dari dalam dan luar.
18.Cari hal-hal indah yang ada di dunia dan pada diri Anda sendiri.
19.Mulailah berkata pada diri sendiri: hidup itu terlalu singkat untuk menghabiskan waktu membenci tubuh sendiri.
20.Makanlah ketika lapar dan istirahat ketika lelah. Carilah teman-teman yang bisa mengingatkan akan kecantikan luar dan dalam yang ada pada diri Anda. diposting dari Kompas.com
1. Tubuh Anda adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa, mulailah untuk menghargainya.
2. Buat daftar yang mencantumkan hal-hal yang dapat dilakukan tubuh Anda. Baca dan tambah terus daftar itu.
3. Sadari apa yang bisa dilakukan tubuh Anda setiap hari. Ingatlah bahwa tubuh adalah instrumen kehidupan, bukan sekadar hiasan
4. Buatlah daftar orang-orang yang Anda kagumi: orang yang banyak menyumbang hal positif dalam hidup Anda, di masyarakat dan di dunia. Perhatikan apakah penampilan fisik mereka tampak penting dalam menunjang kesuksesan dan pencapaiannya.
5. Berjalanlah dengan kepala diangkat, didukung rasa percaya diri.
6. Jangan biarkan berat badan atau postur tubuh menghalangi Anda menikmati kegiatan yang disukai.
7. Pakailah baju yang nyaman, disukai dan terasa enak di tubuh.
8. Hitung berkat yang Anda terima, bukan kemalangan-kemalangan.
9. Pikirkan hal-hal lain yang bisa dicapai dengan waktu dan energi yang dihabiskan untuk mengkhawatirkan badan dan penampilan.
10.Jadilah sahabat serta pendukung, bukan musuh bagi tubuh sendiri.
11.Pikirkan bahwa kulit Anda beregenerasi setiap bulan, perut setiap lima hari, liver setiap 6 minggu dan tulang setiap tiga bulan.
12.Setiap bangun tidur di pagi hari jangan lupa berterimakasih atas istirahat untuk tubuh sehingga tubuh terasa segar.
13.Setiap malam saat akan tidur jangan lupa berkata kepada tubuh Anda betapa berharganya tubuh, sehingga membantu melaksanakan tugas sehari-hari.
14.Temukan metode latihan olahraga yang Anda nikmati dan lakukan secara teratur. Tapi jangan berolahraga untuk menurunkan berat badan atau melawan tubuh sendiri. Lakukan olahraga untuk kesehatan dan kekuatan tubuh, karena membuat Anda nyaman.
15.Ingat kembali saat Anda merasa nyaman dengan tubuh Anda. Katakan pada diri sendiri Anda dapat merasa seperti itu lagi, bahkan pada usia yang tidak muda lagi.
16.Buatlah daftar 10 hal positif tentang diri sendiri tanpa menyebut penampilan fisik.
17.Buat tulisan dan tempel di kaca rias: saya tampil menarik dari dalam dan luar.
18.Cari hal-hal indah yang ada di dunia dan pada diri Anda sendiri.
19.Mulailah berkata pada diri sendiri: hidup itu terlalu singkat untuk menghabiskan waktu membenci tubuh sendiri.
20.Makanlah ketika lapar dan istirahat ketika lelah. Carilah teman-teman yang bisa mengingatkan akan kecantikan luar dan dalam yang ada pada diri Anda. diposting dari Kompas.com
Langganan:
Postingan (Atom)